Advertisements

BERAGAM FUNGSI KLOROFIL

Alfalfa kaya akan berbagai zat gizi. Kandungan klorofilnya sangat tinggi, sehingga tumbuhan yang banyak dimanfaatkan daunnya ini dipercaya bisa menyembuhkan bermacam penyakit, mulai dari perut kembung sampai kanker.

Klorofil berperan dalam proses fotosintesis pada tumbuh-tumbuhan. Fotosintesis adalah proses menyerap dan menggunakan energi sinar matahari, untuk mengubah karbondioksida dan air jadi karbohidrat dan oksigen.

 

Klorofil memiliki manfaat sangat banyak, khususnya bagi tubuh manusia, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tepat.

 

1. Pembersih

Klorofil bermanfaat sebagai desinfektan dan antibiotik selama perang dunia, sebelum morfin ditemukan. Sampai kini klorofil digunakan untuk program pembersih kotoran. Klorofil mendorong proses detoksifikasi, membersihkan jaringan tubuh beserta bakteri dan parasit yang ada dalam jaringan sakit. Klorofil mengeluarkan racun kimia sintetis, seperti boraks dan formalin. Kerjanya seperti memandikan bagian dalam tubuh kita.

 

Molekul klorofil punya ekor hidrofobik yang masuk ke dalam hidrokarbon dinding sel tubuh dan menariknya keluar, seperti sabun melepaskan minyak dari tangan. Termasuk golongan hidrokarbon adalah pestisida, narkotika, flavor makanan, dan lain-lain.

 

Hati membongkar senyawa kimia sintetis tersebut, mengeluarkannya dari aliran darah. Klorofil membantu kerja hati, sehingga tidak bekerja terlalu berat.

 

2. Penguat Otak Alami

Kadar asam nukleat dan asam amino pada klorofil dapat memenuhi kebutuhan otak akan protein, terutama neuropeptida (bagian otak yang mengolah pikiran dan emosi positif).

 

3. Pemberi Energi

Klorofil mampu mensintesis oksigen dan karbohidrat, sehingga dapat dijadikan sumber energi.

 

4. Pembentuk Sel Darah Merah

Klorofil adalah pembuat sel darah merah tercepat. Klorofil memiliki kemiripan struktur dengan hemoglobin dalam darah manusia, hanya atom sentral Fe2+ pada hemoglobin diganti dengan Mg2+ pada klorofil. Kemiripan struktur dan fungsi antara klorofil dan hemoglobin menjadikan klorofil dapat digunakan sebagai zat antianemia.

 

5. Membantu Imunitas

Klorofil merangsang produksi sel darah putih yang bertugas melawan serangan mikroorganisme penyebab penyakit dan memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan pasokan antitumor, antikuman, dan sebagainya, untuk menghambat pertumbuhan bakteri, infeksi jamur, dan luka di saluran pencernaan. Antibakteri juga dapat mengatasi bau mulut, bau badan, serta mencegah. kerusakan gigi dan gusi.

 

Penghancur Radikal Bebas

 

Daun alfalfa merupakan salah satu sumber klorofil, empat kali lebih tinggi daripada sayuran biasa. Telah banyak dilakukan kajian ilmiah tentang khasiat klorofil, di antaranya sebagai pembersih dalam tubuh, pembentuk sel darah, pengatur keseimbangan asambasa tubuh, peningkat daya tahan, serta pengganti sel yang rusak.

 

Klorofil dari alfalfa umumnya tersedia dalam bentuk ekstrak dan dijadikan suplemen. Sebagai obat, klorofil digunakan dalam pencegahan ataupun pengobatan berbagai jenis penyakit seperti kanker, radang, anemia, konstipasi, antibakteri, dan lain-lain.

 

Alfalfa mengandung lebih dari seratus komponen bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu komponen paling dominan adalah saponin glukosida. Komponen saponin pada alfalfa mencapai 2-3 persen. Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan saponin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah.

 

Klorofil merupakan zat hijau daun (pigmen hijau) yang terdapat pada semua makhluk hidup yang melakukan fotosintesis. Klorofil termasuk zat yang sudah ribuan tahun akrab dengan sel-sel tubuh manusia. Zat yang berwarna hijau atau hijau kebiruan ini merupakan sel hidup pertama yang tumbuh di atas muka bumi, yaitu dalam bentuk lumut (blue-green algae).

 

Lumut tersebut telah tumbuh sekitar tiga setengah miliar tahun lalu, sedangkan sel-sel organisme lainnya baru muncul sekitar 650 juta tahun lalu. Meski begitu, sampai saat ini, bagaimana proses terbentuknya klorofil di dalam struktur tumbuh-tumbuhan masih merupakan misteri.

 

Sejak-lama klorofil dipercaya memiliki khasiat untuk panjang umur. Berbagai penelitian masa kini sudah membuktikan bahwa mereka yang lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi klorofil memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik. Klorofil memiliki hampir semua zat gizi yang diperlukan tubuh dalam komposisi seimbang. Klorofil juga kaya zat antiperadangan, antibakteri, antiparasit, dan zat-zat berkhasiat obat lainnya.

 

Klorofil telah diteliti memiliki aktivitas biologis, yaitu sebagai antioksidan dan antikanker. Klorofil dan beberapa senyawa turunannya pada awalnya dianggap sebagai prooksidan, yaitu zat yang dapat memicu terjadinya oksidasi di dalam tubuh yang menghasilkan radikal bebas. Dalam perkembangannya, klorofil justru berperan sebagai antioksidan atau penghancur radikal bebas, terutama jika dikonsumsi pada jumlah tertentu.

 

Oleh:

Prof. DR. Made Astawan

Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

 

Sumber: www[dot]alfalfa-indonesia[dot]com

Advertisements

TAWON BERMADU

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:”Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yanng telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl 68, 69)

 

Banyak orang tahu bahwa madu merupakan sumber gizi yang penting bagi tubuh manusia, namun sedikit sekali orang yang menyadari betapa mengagumkan karakteristik produsen madu itu sendiri yaitu tawon.

 

Sumber makanan tawon adalah nektar (minuman dari sari bunga) yang tidak mungkin didapatkan pada musim dingin. Maka dari itu tawon mencampur nektar tsb dengan sekresi khususnya sehingga menghasilkan sumber makanan baru, yaitu madu yang dapat menjadi persediaan makanan baginya untuk musim dingin yang panjang.

 

Yang menarik perhatian di sini adalah bahwa madu menyimpan persediaan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya ia butuhkan. Sudah pasti pertanyaan yang muncul adalah mengapa tawon tidak bosan/berhenti dari aktifitas produksi yang berlebihan ini, karena jelas bagi tawon untuk membuang waktu dan tenaga. Jawaban atas pertanyaan ini terletak pada wahyu ilahi yang diterima oleh tawon, sebagaimana disebutkan pada ayat Qur’an di atas.

 

Tawon memproduksi madu tidak hanya untuk dirinya saja namun juga bagi manusia. Oleh karenanya, seperti beberapa hewan di muka bumi, tawon juga diciptakan demi khidmat kepada manusia. Sebagaimana ayam bertelor setiap hari meskipun ayam tidak membutuhkan atau sapi yang menghasilkan susu dalam jumlah besar jauh yang dibutuhkan oleh anaknya.

 

Organisasi kawanan tawon yang sempurna

 

Kehidupan kawanan tawon dalam sarangnya dan kegiatan produksi madu mempunyai detail yang luar biasa. Tanpa membahas lebih jauh, marilah kita lebih mengenal sifat dan karakteristik “kehidupan sosial” tawon. Tawon memiliki “tugas” banyak yang harus dikerjakan yang mana semuanya diatasi dengan organisasi yang prima.

 

Pengaturan kelembaban dan ventilasi udara

 

Kelembaban sarang tawon yang menjadikan madu berkualitas dan terlindungi harus dipertahankan dalam batas tertentu sepanjang waktu.

 

Sedikit berubah tingkat kelembaban menjadi di atas atau di bawah limit, akan dapat merusak kualitas gizi dan hilang proteksinya. Demikian pula, temperatur sarang tawon harus 32°C selama 10 bulan. Untuk menjaga agar konstan tingkat temperatur dan kelembaban dalam batas-batas tertentu ini, “kelompok ventilasi” tawon ditunjuk untuk melaksanakan tugas penting ini.

 

Selama musim panas, sangatlah mudah kita dapat mengamati bagaimana tawon memberikan ventilasi sarangnya. Pintu sarang tawon dipadati oleh tawon. Dengan bertahan hinggap di lantai kayu, tawon mengipasi sarangnya dengan menggunakan sayapnya. Dalam suatu standar sarang tawon, udara yang masuk dari satu sisi dipaksa untuk keluar dari sisi lain. Tawon ventilator tambahan juga bekerja menyebarkan arus udara di sekitarnya.

 

Sistim ventilasi yang sama dipakai untuk menjagai sarang tawon dari bahaya asap dan polusi udara.

 

Sistim kesehatan

 

Usaha tawon untuk menjaga kualitas madu tidak hanya dibatasi pada pengaturan kelembaban dan penkondisian udara saja. Sistim kesehatan yang mengagumkan juga terjadi di sarang tawon untuk menghindari kejadian apapun yang mengkin dapat menghasilkan sumber lahirnya bakteri. Prinsip dasar sistim kesehatan ini adalah untuk menghindari barang asing yang dapat masuk dalam sarang tawon. Karena itu selalu ada dua pengawal di depan pintu masuk sarang. Jika ada barang asing ataupun serangga yang akan memasuki sarang tawon meskipun sudah ada usaha preventif ini, maka semua tawon awas sekali dan mengeluarkannya dari sarangnya.

 

Untuk barang asing lebih besar yang tidak dapat dibawa keluar sarangnya, mekanisme preventif yang lain dimulai. Untuk keadaan yang demikian ini tawon menghasilkan sesuatu yang disebut “propolis (damar tawon)”. Tawon membentuk propolis yang mengumpulkan damar dari pepohonan seperti pohon cemara, poplar, akasia; kemudian menggabungkan ini dengan sekresi khususnya. Kelebihan yang mendasar dari propolis adalah kemampuannya untuk tidak melindungi bakteri di dalamnya. Substansi seperti ini dibungkus dengan propolis setebal 1.5 mm, sehingga terisolasi dari sarang tawon.

 

Damar tawon yang sama digunakan untuk menambal sarang yang pecah. Damar bereaksi dengan udara dan membentuk permukaan yang keras setelah mengering dalam waktu yang sangat pendek.

 

Jelas sekali kita dapat menyadari bahwa sistim yang diimplementasikan oleh tawon untuk menjaga sarangnya memerlukan kesadaran dan intelejensi yang tinggi. Yang lebih menarik adalah cairan damar yang dikeluarkan oleh tawon untuk perlindungan dari bakteria. Meskipun kita bisa menganggap bahwa tawon mengeluarkan cairan ini “secara sadar” untuk membungkus partikel asing, namun bagaimana mungkin menyediakan penjelasan atas pertanyaan berikut: ‘bagaimana tawon menambahkan kualitas anti-bakteri ke cairan yang dikeluarkan oleh tubuhnya’. Apakah manusia, -yang sudah pasti lebih intelijen dari tawon- memiliki kemampuan untuk memberikan kualitas anti-bakteri ke dalam sekresi tubuh manusia sendiri?

 

Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman.Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? (QS. Yaasiin 72, 73)

 

Sumber: id[dot]harunyahya[dot]com

Kenapa Memilih Herbal Untuk Pengobatan?

Selama ini banyak orang memilih untuk mengkonsumsi herbal karena menganggap bahwa herbal lebih aman daripada obat sintetis. Selain itu, herbal minim efek samping dan dari sisi kekayaan alam Indonesia, herbal sangat mudah dicari. Sehingga jika dikonsumsi dalam jangka panjang tidak akan menimbulkan komplikasi dalam tubuh. Namun demikian, dalam perkembangannya sering dijumpai ketidaktepatan peracikan herbal karena kesalahan informasi. Juga adanya anggapan yang keliru terhadap herbal dan cara penggunaannya, sehingga dalam beberapa kasus menimbulkan efek samping. Ada beberapa alasan kenapa masyarakat cenderung kembali ke obat tradisional tanaman obat :

 

1. Adanya Kelebihan Tanaman Obat

  • Efek samping tidak ada jika penggunaannya secara benar, hal ini mengingat tanaman obat bersifat kompleks dan organis yang cocok untuk tubuh yang bersifat kompleks dan organis, sehingga tanaman obat dapat disetarakan dengan makanan, suatu bahan yang dikonsumsi dengan maksud merekonstruksi organ atau sistem yang rusak.
  • Efektif untuk penyakit yang sulit disembuhkan dengan obat kimia, seperti kanker, tumor, darah tinggi, darah rendah, diabetes, hepatitis, stroke, sinusitis, herpes, bau badan, bisul dan lain-lain.
  • Harga relatif murah, karena dapat ditanam sendiri, harga akan meningkat jika diperoleh dalam bentuk kering, dan akan meningkat lagi jika diperoleh dalam bentuk hasil olahan. Harga akan menjadi sangat mahal apabila diperoleh dalam bentuk isolat yaitu senyawa tertentu yang diperoleh dari ekstrak tanaman, seperti vincristine, obat kanker yang diisolasi dari ekstrak tapak dara (Catharanthus roseus) dan diimpor.
  • Tidak perlu bantuan tenaga medis, Apabila diagnosa sudah jelas, pengobatan umumnya dapat dilakukan oleh anggota keluarga sendiri tanpa harus tergantung pada bantuan tenaga medis atau paramedis. Dokter dibutuhkan untuk diagnosa yang benar dengan bantuan analisa laboratorium klinik (rekomendasi pengobatan herbal juga dapat diberikan oleh dokter).

 

2. Tanaman Obat Sebagai Obat Alternatif

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka tanaman obat sudah diterima sebagai obat alternatif dan bahkan secara resmi dianjurkan untuk digunakan oleh praktisi di dunia kesehatan, bahkan Menteri Kesehatan mengeluarkan himbauan agar dokter menggunakan Obat Asli Indonesia berupa obat tradisional tanaman obat. Perusahaan-perusahaan farmasi yang selama ini merupakan produsen obat kimia sudah memproduksi obat dengan bahan baku tanaman obat dengan resep tradisional. Kesadaran terhadap kenyataan ini maka penggunaan tanaman obat mulai diterima kembali oleh masyarakat sebagai pengobatan alternatif dan cara pemeliharaan kesehatan yang alamiah dan aman.

 

3. Adanya Kelemahan Obat Modern/Obat Kimia

  • Efek samping langsung atau terakumulasi, hal ini terjadi karena obat modern terdiri dari bahan kimia yang murni baik tunggal maupun campuran. Bahan kimia bersifat tidak organis dan murni sehingga bersifat tajam dan reaktif (mudah bereaksi) sedangkan tubuh kita bersifat organis dan kompleks, sehingga bahan kimia bukan merupakan bahan yang benar-benar cocok untuk tubuh. Penggunaan bahan kimia untuk tubuh terpaksa dilakukan dengan berbagai batasan dan dalam tingkat masih dapat diterima atau ditoleransi oleh tubuh.
  • Sering kurang efektif untuk penyakit tertentu, hal ini dapat kita lihat banyak penyakit belum ditemukan obatnya, sehingga obat yang digunakan lebih banyak bersifat simptomatis dan digunakan terus menerus sesuai gejalanya. Beberapa penyakit bahkan belum diketahui sebabnya. Pasien sering harus berulang-ulang ke klinik dan tidak mengalami banyak kemajuan atau bahkan memburuk keadaannya.

 

4. Herbal Tidak Menimbulkan Efek Samping

Herbal berasal dari tumbuhan yang telah tersedia gratis di alam ini. Pengolahan herbal dilakukan secara alami, tradisional, tanpa campuran bahan kimia atau sintetik. Oleh karena itu, herbal tidak memiliki efek samping dan aman digunakan. Meskipun demikian, Anda harus tetap berhati-hati saat memilih herbal karena di pasaran ada beberapa jenis herbal yang diproduksi secara tidak higienis atau dicamput bahan kimia.

 

5. Herbal Bebas Racun

Pemakaian obat kimia dalam jangka waktu yang lama bisa berubah menjadi racun bagi tubuh. Sehingga pemakaian obat kimia harus melalui kontrol ketat dari dokter dan tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Sebaliknya herbal bersifat bebas racun. Dengan pemakaian yang tepat herbal aman dikonsumsi oleh siapa pun. Bahkan, herbal dapat dijadikan sebagai peluruh racun (detoks) di dalam tubuh.

 

6. Herbal Mudah Diproduksi

Herbal dihasilkan dengan pengolahan sederhana berbagai bagian tumbuhan, seperti akar, daun, buah, biji, bunga, kulit kayu, dan lain-lain. Pengolahan herbal tidak membutuhkan alat dan teknologi modern. Biasanya herbal diolah dengan cara direbus, ditumbuk, atau dicampur sesama bahan herbal dengan komposisi tertentu. Awalnya herbal diproduksi secara kecil-kecilan di rumah sebagai home industry. Namun sekarang herbal banyak yang sudah diproduksi massal dengan teknologi modern.

 

7. Herbal Menghilangkan Sumber Penyakit

Herbal bekerja secara menyeluruh (holistic). Selain menyembuhkan gejala penyakitnya, herbal bekerja sampai ke sumber penyakitnya. Dengan demikian herbal meningkatkan sistem kekebalan tubuh sebagai cara untuk melawan penyakit.

 

8. Herbal Multi Khasiat

Herbal memiliki banyak khasiat. Satu herbal saja bisa digunakan untuk mengobati lebih dari satu penyakit. Misalnya, lem lebah atau propolis dapat menyembuhkan maag, luka, diabetes, tumor, dan kanker. Kehebatan propolis menurut ilmuwan Turki, Harun Yahya bahkan dinyatakan dalam kitab suci

 

9. Herbal Mudah Diperoleh

Herbal lebih mudah diperoleh. Anda tidak perlu meminta resep dokter maupun pergi ke apotek untuk mendapatkan herbal. Namun demikian, Anda tetap membutuhkan petunjuk orang yang ahli di bidang herbal dalam pemakaiannya. Pemakaian obat apapun secara sembarangan tidak disarankan.

 

10. Herbal Lebih Murah

Herbal cenderung lebih murah dibanding obat kimia. Bahkan harga herbal bisa jauh lebih murah jika diproduksi secara massal. Itulah beberapa alasan mengapa orang memilih herbal. Sekarang, seandainya Anda harus memilih, herbal atau obat kimia yang Anda pilih ?   

 

Sumber: http://www.kiosherbalku.com

Alfalfa Kaya Gizi, Obat Multipenyakit

AlfaPlus Chlorophyll Powder

Alfalfa kaya akan berbagai zat gizi. Kandungan klorofilnya sangat tinggi, sehingga tumbuhan yang banyak dimanfaatkan daunnya ini dipercaya bisa menyembuhkan bermacam penyakit, mulai dari perut kembung sampai kanker.

Kata alfalfa mungkin masih terasa asing di telinga orang Indonesia. Tanaman alfalfa memang belum banyak dibudidayakan di sini, meski berbagai produknya banyak dijual di pasaran. Salah satunya dalam bentuk suplemen.

Sejak abad ke-6, alfalfa (Medicago sativa) telah digunakan oleh bangsa Cina untuk mengobati batu ginjal dan kembung. Alfalfa juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti kanker dan kencing manis. Di Eropa, alfalfa dikenal sebagai “obat rakyat” yang sangat baik untuk memperlancar kencing.

Alfalfa merupakan tanaman kacang-kacangan yang tumbuh di berbagai kondisi iklim, dengan kemampuan adaptasi cukup baik, sehingga tersebar di berbagai belahan dunia. Amerika Serikat merupakan produsen alfalfa terbesar hingga saat ini.

Namun, tanaman ini juga dibudidayakan di Eropa, Australia, Amerika Selatan, Afrika Selatan, Cina, dan Timur Tengah. Di Indonesia, tanaman ini mulai dibudidayakan, paling banyak di daerah Jawa Tengah.

Pakan ternak

tanaman alfalfa dapat hidup tiga hingga 12 tahun, tergantung varietas dan iklim di mana tanaman itu hidup. Tingginya bisa mencapai satu meter, memiliki akar yang sangat panjang hingga mencapai 4,5 meter.

Keunggulan itulah yang menyebabkan alfalfa mampu bertahan hidup, sekalipun saat terjadi kekeringan. Tanaman alfalfa berbunga sekitar bulan Juni sampai Agustus. Bunga selanjutnya berkembang menjadi buah yang berisi biji alfalfa.

Alfalfa berasal dari Iran. Masyarakat Arab menyebutnya sebagai “bapak makanan”. Penyebaran tanaman ini ke berbagai belahan dunia diduga terjadi pada zaman perunggu. Zaman dulu digunakan sebagai pakan kuda tentara Persia. Penyebarannya sendiri diperkirakan melewati daerah Asia Tengah.

Amerika Serikat mulai mengenal alfalfa sekitar tahun 1860, yang berasal dari Chile. Pada awalnya tanaman ini digunakan sebagai pakan sapi, domba, kuda, dan kambing. Alfalfa tinggi nilai gizinya sebagai pakan ternak.

Seperti pada jenis tanaman kacang-kacangan lainnya, pada akar alfalfa terdapat bakteri Rhizobium yang mampu memfiksasi (mengikat) nitrogen. Hal inilah yang membuat alfalfa dapat dijadikan pakan ternak dengan kandungan protein tinggi, tergantung pada ketersediaan nitrogen di dalam tanah.

Keuntungan lain dibandingkan dengan tanaman pakan ternak lainnya adalah memiliki rendemen tertinggi. Selain digunakan sebagai pakan ternak, alfalfa juga dikonsumsi manusia, terutama bagian daunnya.

Studi secara ekstensif sudah banyak dilakukan terhadap alfalfa. Seluruh bagian tanaman ini mengandung komponen yang bersifat fungsional bagi tubuh, seperti: saponin, sterol, flavonoid, kumarin, alkaloid, vitamin, asam amino, gula, protein, mineral, dan komponen gizi lainnya. Juga mengandung serat (dietary fiber) dalam jumlah cukup banyak dan dapat berfungsi sebagai antikolesterol.

Alfalfa dikenal sebagai salah satu tumbuhan dengan kandungan gizi sangat tinggi. Kandungan kalsium, klorofil, karoten, dan vitamin K yang cukup tinggi, menjadikan alfalfa sebagai salah satu suplemen yang sering dikonsumsi manusia.

Saponin pada akar alfalfa dapat menghambat peningkatan kolesterol dalam darah hewan percobaan yang diberi pakan tinggi kolesterol (sebesar 25 persen). Sayangnya, saponin juga memiliki efek negatif, yaitu bersifat hemolitik dan dapat mengganggu metabolisme vitamin E.

Keunggulan lain alfalfa adalah memiliki kandungan vitamin dan mineral cukup lengkap. Vitamin yang terkandung dalam alfalfa adalah: vitamin A, thiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niasin (vitamin B3), vitamin B5, vitamin B6, vitamin C, vitamin K, dan asam folat. Mineral unggulan, yakni kalsium, besi, magnesium, fosfor, tembaga, dan seng. Jumlah vitamin dan mineral tersebut dapat dilihat pada tabel.

Tabel. Kandungan gizi per 100 gram Alfalfa

Zat Gizi Kadar

Energi 23 kkal

Karbohidrat total 2,1 g

Serat pangan 2,9 g

Lemak total 0,7 g

Protein 4,0 g

Vitamin A 155 IU

Vitamin C 8,2 mg

Vitamin K 30,5 mg

Asam folat 36 mkg

sumber: http://www.nutritiondata.com

Sebetulnya hampir seluruh tumbuhan hijau mengandung vitamin K. Namun, kandungan vitamin K dalam 100 gram alfalfa cukup tinggi, yang dapat memenuhi 38 persen dari total kebutuhan tubuh dalam sehari. Hal ini dapat menjadikan alfalfa sebagi salah satu sumber vitamin K bagi tubuh.

Vitamin K sangat penting untuk pembentukan protein dan penggumpalan darah pada saat terjadi luka. Vitamin K juga dapat berfungsi sebagai zat antihemolitik, khususnya saat terjadi perdarahan, seperti pada orang-orang yang sedang melakukan terapi antibiotik dan bagi penderita diare kronis.

Yang Lupus Dilarang Makan Bijinya

Pepatah kuno mengatakan “makanlah sewaktu lapar dan berhentilah sebelum kenyang”. Pepatah tersebut ingin mengatakan bahwa segala sesuatu yang dimakan berlebihan, justru akan berakibat buruk bagi tubuh.

Sama halnya dengan klorofil, konsumsi yang berlebihan justru dapat mengakibatkan lelah yang luar biasa. Karena itu, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi klorofil sesuai dosis yang telah ditetapkan.

Saat ini alfalfa banyak tersedia dalam bentuk suplemen. Di Amerika dan Australia, bagian daun yang masih muda biasa dikonsumsi sebagai salah satu bahan salad. Di Cina, alfalfa biasanya direbus dan digunakan sebagai obat herbal. Selain itu, alfalfa juga sering dibuat jus.

Untuk membuat minuman alfalfa dari daun keringnya juga cukup mudah. Caranya sama seperti menyeduh teh. Selain itu, alfalfa juga sering digunakan dalam sup.

Meskipun alfalfa mempunyai khasiat yang cukup baik, konsumsi alfalfa oleh manusia harus dibatasi karena kandungan serat yang sangat tinggi. Daun alfalfa yang sudah dikeringkan digunakan sebagai suplemen dalam bentuk tablet, bubuk, dan teh.

Selain daun, biji tanaman ini juga dapat dikonsumsi, tetapi tidak dianjurkan bagi penderita lupus (systemic lupus erythematosus) karena mengandung asam amino beracun L-canavanine yang diduga dapat mengakibatkan lupus-like syndrome.

Beragam Fungsi Klorofil

Klorofil berperan dalam proses fotosintesis pada tumbuh-tumbuhan. Fotosintesis adalah proses menyerap dan menggunakan energi sinar matahari, untuk mengubah karbondioksida dan air jadi karbohidrat dan oksigen.

Klorofil memiliki manfaat sangat banyak, khususnya bagi tubuh manusia, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tepat.

1. Pembersih

Klorofil bermanfaat sebagai desinfektan dan antibiotik selama perang dunia, sebelum morfin ditemukan. Sampai kini klorofil digunakan untuk program pembersih kotoran. Klorofil mendorong proses detoksifikasi, membersihkan jaringan tubuh beserta bakteri dan parasit yang ada dalam jaringan sakit. Klorofil mengeluarkan racun kimia sintetis, seperti boraks dan formalin. Kerjanya seperti memandikan bagian dalam tubuh kita.

Molekul klorofil punya ekor hidrofobik yang masuk ke dalam hidrokarbon dinding sel tubuh dan menariknya keluar, seperti sabun melepaskan minyak dari tangan. Termasuk golongan hidrokarbon adalah pestisida, narkotika, flavor makanan, dan lain-lain.

Hati membongkar senyawa kimia sintetis tersebut, mengeluarkannya dari aliran darah. Klorofil membantu kerja hati, sehingga tidak bekerja terlalu berat.

2. Penguat otak alami

Kadar asam nukleat dan asam amino pada klorofil dapat memenuhi kebutuhan otak akan protein, terutama neuropeptida (bagian otak yang mengolah pikiran dan emosi positif).

3. Pemberi energi

Klorofil mampu mensintesis oksigen dan karbohidrat, sehingga dapat dijadikan sumber energi.

4. Pembentuk sel darah merah

Klorofil adalah pembuat sel darah merah tercepat. Klorofil memiliki kemiripan struktur dengan hemoglobin dalam darah manusia, hanya atom sentral Fe2+ pada hemoglobin diganti dengan Mg2+ pada klorofil. Kemiripan struktur dan fungsi antara klorofil dan hemoglobin menjadikan klorofil dapat digunakan sebagai zat antianemia.

5. Membantu imunitas

Klorofil merangsang produksi sel darah putih yang bertugas melawan serangan mikroorganisme penyebab penyakit dan memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan pasokan antitumor, antikuman, dan sebagainya, untuk menghambat pertumbuhan bakteri, infeksi jamur, dan luka di saluran pencernaan. Antibakteri juga dapat mengatasi bau mulut, bau badan, serta mencegah. kerusakan gigi dan gusi.

Penghancur Radikal Bebas

Daun alfalfa merupakan salah satu sumber klorofil, empat kali lebih tinggi daripada sayuran biasa. Telah banyak dilakukan kajian ilmiah tentang khasiat klorofil, di antaranya sebagai pembersih dalam tubuh, pembentuk sel darah, pengatur keseimbangan asambasa tubuh, peningkat daya tahan, serta pengganti sel yang rusak.

Klorofil dari alfalfa umumnya tersedia dalam bentuk ekstrak dan dijadikan suplemen. Sebagai obat, klorofil digunakan dalam pencegahan ataupun pengobatan berbagai jenis penyakit seperti kanker, radang, anemia, konstipasi, antibakteri, dan lain-lain.

Alfalfa mengandung lebih dari seratus komponen bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu komponen paling dominan adalah saponin glukosida. Komponen saponin pada alfalfa mencapai 2-3 persen. Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan saponin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah.

Klorofil merupakan zat hijau daun (pigmen hijau) yang terdapat pada semua makhluk hidup yang melakukan fotosintesis. Klorofil termasuk zat yang sudah ribuan tahun akrab dengan sel-sel tubuh manusia. Zat yang berwarna hijau atau hijau kebiruan ini merupakan sel hidup pertama yang tumbuh di atas muka bumi, yaitu dalam bentuk lumut (blue-green algae).

Lumut tersebut telah tumbuh sekitar tiga setengah miliar tahun lalu, sedangkan sel-sel organisme lainnya baru muncul sekitar 650 juta tahun lalu. Meski begitu, sampai saat ini, bagaimana proses terbentuknya klorofil di dalam struktur tumbuh-tumbuhan masih merupakan misteri.

Sejak-lama klorofil dipercaya memiliki khasiat untuk panjang umur. Berbagai penelitian masa kini sudah membuktikan bahwa mereka yang lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi klorofil memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik. Klorofil memiliki hampir semua zat gizi yang diperlukan tubuh dalam komposisi seimbang. Klorofil juga kaya zat antiperadangan, antibakteri, antiparasit, dan zat-zat berkhasiat obat lainnya.

Klorofil telah diteliti memiliki aktivitas biologis, yaitu sebagai antioksidan dan antikanker. Klorofil dan beberapa senyawa turunannya pada awalnya dianggap sebagai prooksidan, yaitu zat yang dapat memicu terjadinya oksidasi di dalam tubuh yang menghasilkan radikal bebas. Dalam perkembangannya, klorofil justru berperan sebagai antioksidan atau penghancur radikal bebas, terutama jika dikonsumsi pada jumlah tertentu.

Oleh:

Prof. DR. Made Astawan

Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

Sumber: http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=Natural+Healing&y=cybermed%7C1%7C0%7C3%7C163

Sejarah Penggunaan Spirulina Sebagai Pencegah Penyakit

Spirulina Ganggang Hijau 

Sejarah Spirulina, ganggang yang kaya akan gizi ternyata pertama kali digunakan penduduk sekitar Danau Texcoco, Meksiko, 500 tahun lalu.  Manfaat Spirulina kala itu sebagai pencegah datangnya sakit.  Seperti apa cara penggunaannya di jaman tersebut?

Penduduk sekitar Danau Texcoco menggunakan Spirulinas sebagai bahan makanan.  Ganggang hijau tersebut diperoleh mereka dari kedalaman danau.  Spirulina diolah menjadi lempengan-lempengan seperti biskuit yang mereka sebut dengan ‘Tecuitlatl’.  Biskuit itu dimakan sebagai camilan setiap harinya.  Nah, semenjak rajin memakan biskuit itulah mereka jarang sakit.

Tak hanya di Meksiko, di Danau Chad, Afrika, penduduk Kanembu pun juga jarang sakit.  Penelitian pun menunjukkan mereka sering mengkonsumsi dihe.  Penganan serupa dengan kue kering itu dibuat dari Spirulina.  Pada musim panas ketika terjadi booming Spirulina di danau, penduduk mengumpulkannya dengan kelambu.

Suku Aztek malah telah lama memanfaatkan Spirulina untuk memperbaiki gizi mereka, kata Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS, guru besar Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Institut Pertanian Bogor.  Ia menilai, Spirulina mampu memperbaiki gizi karena ia mengandung 70% protein.  Sel-sel rusak pun mampu diperbaiki lewat asam-asam amino yang dikandungnya.  Bahkan, mampu meningkatkan sistem imun tubuh.

Sumber: http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2012/08/01/sejarah-penggunaan-spirulina-sebagai-pencegah-penyakit-481686.html

Alfaafa (Alfalfa) Dan Kejayaan Bangsa-Bangsa di Dunia…

ALFAAFA (ALFALFA) DAN KEJAYAAN BANGSA-BANGSA DI DUNIA…

 

Oleh Muhaimin Iqbal

 

Ketika 1,300 tahun lalu Tariq Bin Ziyad membakar kapalnya dan mendarat di Gibraltar (Jabal Tariq), pasukan Tariq yang hanya sekitar 7,000 orang mampu mengalahkan pasukannya raja Roderick Spanyol yang berjumlah 25,000 orang. Kemenangan ini tentu karena pertolongan Allah semata, tetapi ada sisi-sisi ikhtiari manusianya yang juga harus berusaha keras untuk mencapai kemenangan tersebut. Di antara sisi ikhtiari ini adalah upaya menyediakan logistik yang efisien untuk mendukung kekuatan pasukan.

 

Bisa Anda bayangkan, setelah Tariq mendaratkan pasukannya dan membakar kapalnya – dengan apa dia bisa terus  masuk merangsek ke daratan Spanyol ? Berjalan kaki kah ? Tentu tidak. Mereka juga menyiapkan kuda-kuda perang yang perkasa untuk dapat mengalahkan kekuatan musuh yang jauh lebih besar.

 

Tetapi kuda-kuda ini kan perlu diberi makan agar tetap kuat berlari, lantas dari mana makannya ? Sedangkan ketika 7,000 pasukan Muslim masuk pertama kali ke Spanyol tentu belum memungkinkan untuk memperoleh support logistik dari daerah yang dimasukinya karena semuanya masih wilayah musuh. Inilah pentingnya logistik dalam setiap gerakan pasukan, jadi selain mereka memiliki bekal secukupnya untuk pasukan, mereka juga membawa bekal secukupnya untuk kuda-kudanya.

 

Untuk tetap perkasa, kuda harus diberi makan bergizi yang cukup. Bila yang dibawa adalah rumput-rumput biasa, akan perlu begitu banyak rumput harus dibawa sehingga di kapal tidak ada lagi tempat untuk pasukannya. Maka harus ada sedikit rumput yang cukup untuk membuat kuda-kuda tersebut tetap perkasa. Rumput alfaafa-lah (yang kemudian bangsa spanyol menyebutnya alfalfa) yang menjadi bekal logistik pakan kuda-kuda Tariq ini.

 

Selama kurun waktu yang hampir 8 abad kemudian (781 tahun), pasukan Islam memakmurkan sebagian bumi Eropa antara lain dengan mengajari mereka bercocok tanam dlsb, termasuk juga menanam alfaafa ini. Maka ketika pasukan Spanyol pimpinan Hernando Cortez  mendaratkan kapal-kapalnya di Meksiko tahun 1519 atau 27 tahun pasca berakhirnya kekuasaan Islam di Spanyol (1492), mereka telah belajar hampir 8 abad tersebut dari Islam – termasuk dalam hal menyiapkan logistik perangnya.

 

Pasukan Hernado Cortez-pun membawa kuda-kuda dan rumput yang dibawa-pun adalah rumput alfaafa – dari sinilah benua Amerika mengenal alfaafa itu hingga kini. Spanyol menguasai Amerika latin sekitar 300 tahun atau hampir sama dengan Belanda menguasai negeri ini. Maka tidak heran bila salah satu bahasa yang popular di Amerika Latin sampai sekarang adalah bahasa Spanyol.

 

Sisi lain yang tidak menjadi perhatian dan jarang ditulis di dalam sejarah adalah logistiknya. Pasukan menjadi unggul manakala logistiknya juga unggul. Ketika Islam unggul di Spanyol 781 tahun, logistik mereka unggul – dan mereka juga menguasai tanaman alfaafa.

 

Ketika 300 tahun kemudian ganti Spanyol yang unggul khususnya di Amerika Latin, mereka juga unggul di bidang logistik termasuk alfaafa untuk kuda-kuda mereka – keunggulan yang mereka pelajari selama 781 tahun dari Islam di Spanyol.

 

Kini negeri baru Amerika Serikat yang baru exist kurang dari 240 tahun terakhir, mereka secara tidak langsung ‘menguasai’ dunia dengan kekuatan militer, teknologi, budaya popular dan juga produk-produk peternakan (daging) dan pertanian – termasuk alfaafa-nya yang mencapai sekitar 9.2 juta hektar luas tanam – terbesar di dunia saat ini.

 

Maka tidak ada yang kebetulan di dunia ini, sunatullah dalam hukum sebab akibat berlaku dan terbukti dalam sejarah. Islam Berjaya 781 tahun di Spanyol ketika sisi ikhtiari mereka juga kuat – yang dengan ikhtiar-nya tersebut mereka ditolong Allah, sisi iktiar mereka termasuk menyiapkan logistik untuk kuda-kuda perang dengan rumput yang paling efisien yaitu alfaafa – yang nama maupun karakternya disebut di Al-Qur’an (QS 78 : 16 dan QS 80 : 28).

 

Tetapi mengapa alfaafa atau alfalfa bisa menjadi faktor plus dalam kejayaan bangsa-bangsa dalam sejarah dunia ? Dalam ilmu energy, ada dikenal istilah EROI – Energy Return On Investment. Yaitu energy earned (yang dihasilkan) dibagi dengan dengan energy consumed (yang dikonsumsi) dari suatu system.

 

Bangsa-bangsa yang memiliki pengelolaan energy dengan EROI tertinggi dia yang akan mempunyai tenaga ekstra untuk menjaga eksistensi bangsa tersebut dan akan terus berkembang. Sebaliknya bangsa-bangsa yang memiliki system dengan EROI rendah, maka dia akan sulit bertahan dan bahkan akan cenderung punah.

 

Terkait dengan EROI ini, untuk produk pertanian alfaafa memiliki EROI tertinggi dibandingkan tanaman lain seperti gandum, jagung dlsb. EROI Alfaafa adalah 27, dibandingkankan dengan gandum yang hanya dikisaran 12 dan jagung di kisaran  6. Jadi dengan input yang sama alfaafa memberikan hasil yang 2.25 kali dari gandum dan sekitar 4.5 kali dari jagung.

 

Artinya apa ini ? Bangsa-bangsa yang menguasai alfaafa tidak kebetulan bila mereka juga menguasai dunia karena efisiensi di sisi produksi energy berupa pangan dan pakan untuk ternak mereka.  Maka bukan kebetulan pula bila di Al-Qur’an ada dua surat yang berurutan yang didalamnya mengandung petunjuk untuk memperhatikan urusan pangan dan pakan ini : “Mataa ’allakum wa li an’amikum”, Semua itu untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu (QS 79:33 dan QS 80: 32). Maka inilah bagian dari ikhtiar itu, ikhtiar untuk kita juga mulai menanam alfaafa – sebagai sumber pangan dan pakan yang sangat efisien sepanjang masa.

 

Sumber: http://www.geraidinarsingapura.com/alfaafa-dan-kejayaan-bangsa-bangsa-di-dunia%E2%80%A6

 

Tanya Jawab Seputar Propolis

Tanya : Apa itu Propolis?

Jawab : Propolis adalah komponen utama yang melindungi lebah dari berbagai serangan virus, bakteri dan jamur. Lebah-lebah madu mengumpulkan resin dari kulit batang pohon, pucuk daun dan bunga tumbuhan berbalsam. Bahan itu kemudian dicerna, dipadukan dengan air liur untuk menghasilkan Propolis.

Tanya : Bagaimana cara mengkonsumsi Propolis?

Jawab : Cara mengkonsumsi Propolis adalah dicampur dengan air hangat/panas dibawah 70 derajat celcius dan dimulai dari dosis yang paling rendah 2-3 tetes 2x sehari, jika tidak ada reaksi tindak balas maka boleh ditingkatkan per 1 tetes sampai adanya reaksi balik.

Tanya : Mengapa kita perlu mengkonsumsi Propolis?

Jawab : Karena kita tidak bisa menghindari begitu banyaknya pencemaran di sekeliling kita (udara, air, tanah dan makanan), pola makan dengan kandungan gizi yang tidak seimbang dan variatif. Banyak zat gizi yang hilang karena proses pengolahan makanan yang salah, gaya hidup manusia sekarang juga sering mengalami stress baik fisik maupun psikis. Propolis juga berkhasiat untuk pencegahan dan pengobatan penyakit.

Tanya : Apakah Propolis adalah obat?

Jawab : Propolis adalah minuman kesehatan bukan obat.

Tanya : Mengapa Propolis tidak mempunyai dosis tetap?

Jawab : Karena Propolis bukan obat, jadi dosis pemakaiannya tergantung kondisi tubuh masing-masing.

Tanya : Apakah Propolis bisa diteteskan langsung ke mulut?

Jawab : Bisa, langsung ke tenggorokan atau di bawah lidah.

Tanya : Apakah Propolis harus di minum dengan air hangat?

Jawab : Bisa saja, agar lebih larut dan merata.

Tanya : Apakah anak usia dibawah 2 tahun boleh mengkonsumsi Propolis?

Jawab : Boleh, jika digunakan untuk pengobatan maka mulailah di konsumsi dari 1 tetes secara rutin.

Tanya : Apakah Propolis boleh dikonsumsi oleh orang lanjut usia (diatas 70 thn)?

Jawab : Boleh, dimulai dari dosis yang terendah 1 atau 2 tetes dipermulaan, jika tidak ada reaksi tindak balas dosis dinaikkan per 1 tetes dihari selanjutnya.

Tanya : Apakah Propolis bisa diteteskan langsung ke mata?

Jawab : Bisa, terutama yang katarak atau berjamur, mata akan terasa perih beberapa saat. Untuk mengurangi rasa perih bisa dilakukan dengan cara dicampur air terlebih dahulu baru diteteskan.

Tanya : Apakah khasiat dari Propolis tersebut?

Jawab : Sebagai anti oksidan dan imunostimulan, meregenerasi sel yang lemah atau rusak, anti radang, anti bakteri, anti jamur, sitostatika terhadap sel tumor/kanker, kardiotonik, anti arteriosklerosis, analgetik/anestetik, antistres, antialergi, anti mutagenik, memacu produksi interferon pada endothelium dan memperkuat membran sel umumnya.

Tanya : Apakah Bioflavonoid itu?

Jawab : Bioflavonoid adalah sekumpulan nutrient yang banyak terdapat pada vitamin C. Bioflavonoid diketahui memulihkan sistem kapilari dan memperbaiki kerapuhan juga kebocoran saluran darah.

Tanya : Apakah orang yang sehat perlu mengkonsumsi Propolis?

Jawab : Perlu, karena selain membantu mengobati, hasil pengujian Propolis menunjukkan bahwa jika dikonsumsi secara terus menerus Propolis dapat membantu meningkatkan kinerja sistem kekebalan tubuh dan secara umum mampu meningkatkan status kesehatan.

Tanya : Apakah boleh mengkonsumsi Propolis bersamaan dengan obat dokter?

Jawab : Boleh, disarankan sebaiknya 1 jam sebelum atau sesudah minum obat-obatan dari dokter agar terasa perbedaan dan khasiat dari Propolis tersebut.

Tanya : Apakah reaksi tindak balas atau reaksi balik itu?

Jawab : Reaksi berupa gejala-gejala dan keluhan yang timbul sebagai usaha tubuh untuk mengeluarkan toksin atau racun (bahan kimia dan kuman penyakit). Reaksi bersifat sementara dan merupakan bagian dari proses pengobatan/penyembuhan.

Tanya : Mengapa setelah mengkonsumsi Propolis maka jantung akan terasa berdebar?

Jawab : Orang yang terkena penyakit jantung pembuluh darahnya akan tersumbat, Propolis bekerja menormalkan dan melancarkan peredaran darah ke jantung dengan membersihkan sumbatan tersebut sehingga pada beberapa orang akan mengalami jantung berdebar dan ini pun tidak semua orang mengalaminya, tergantung kondisi jantung orang tersebut.

Tanya : Apakah semua orang akan mengalami reaksi tindak balas tersebut?

Jawab : Tidak selalu, ada beberapa kasus yang tidak mengalami tindak balas sama sekali.

Tanya : Bagaimana sebaiknya jika terjadi reaksi tindak balas yang sangat tinggi?

Jawab : Jika timbul reaksi yang sangat tinggi maka turunkan dosis atau hentikan sesaat, kemudian setelah reaksi mereda penggunaan Propolis dilanjutkan kembali dengan dosis rendah dan segera tingkatkan lagi untuk penyembuhan.

Tanya : Apakah Propolis disebut antibiotik alami?

Jawab : Benar, selain mengandung efek anti mikroba, konsentratnya 100% dari tumbuhan alami serta dapat larut didalam air.

Tanya : Bagaimana Propolis dapat menjaga kesehatan kita dari serangan kuman penyakit?

Jawab : Propolis merangsang dan meningkatkan daya anti radang dengan mendatangkan sel-sel pembunuh alami (NK sel) dan sel-sel pemakan kuman (makrofag) yang ada dalam tubuh, serta bahan-bahan antibodi lainnya. Selanjutnya meregenerasi sel-sel yang rusak. CAPE dalam Propolis menekan tranformasi DNA_RNA virus, sehingga virus tak mampu berkembang biak. Kandungan bioflavonoid dalam Propolis ada yang mampu membunuh langsung bakteri dan patogen lainnya yang merusak membran sel.

Tanya : Apakah Propolis dapat menyebabkan kegemukan?

Jawab : Tidak, tidak ada kandungan dalam Propolis yang dapat menyebabkan kegemukan, tetapi ada juga beberapa orang yang telah mengkonsumsi Propolis nafsu makannya bertambah sehingga berat badan meningkat.

Tanya : Apakah Propolis boleh di konsumsi dalam waktu jangka panjang?

Jawab : Propolis mengandung 100% bahan alami, maka pemakaian dalam jangka panjang tidak menimbulkan efek samping. Beberapa penyakit (seperti: arthritis, rhematism dan sebagainya) yang belum dapat disembuhkan disarankan untuk terus mengkonsumsi Propolis.

Tanya : Bolehkah Propolis di gunakan untuk binatang?

Jawab : Boleh, Propolis akan bereaksi balik atau tindak balas sama seperti reaksi balik terhadap manusia.

Tanya : Bolehkah mengkonsumsi Propolis bersamaan dengan vitamin yang lain?

Jawab : Boleh, karena Propolis mengandung vitamin alami sendiri dan menyerap vitamin yang lain.

Tanya : Apakah Propolis merupakan produk halal untuk di konsumsi?

Jawab : Benar, Propolis tidak mengandung babi dan alkohol dan telah bersertifikat halal.

Tanya : Seberapa cepatkah reaksi Propolis menyembuhkan penyakit?

Jawab : Tergantung seberapa parah penyakit yang diderita dan kondisi fisik pasien tersebut. Namun menurut kesaksian dari para pengguna bisa selama 2 minggu hingga 4 bulan.